Profil

Pengelolaan Persampahan



GAMBARAN UMUM
 
Kabupaten Karangasem berada di belahan timur Pulau Bali yang secara administratif merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Bali, dengan batas batas wilayah - wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : Laut Jawa
  • Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
  • Sebelah Timur : Selat Lombok
  • Sebelah Barat : Kabupaten Klungkung, Bangli dan Buleleng
  1. Letak geografis
    • Terletak di Ujung Timur Pulau Bali, 8o.00’.00”– 80.41’.37,8” LS dan 115.35’.9,8”-115.54’.8,9 BT
    • Topographi dinamis: Dataran, Perbukitan, Pegunungan (termasuk GunungAgung)
    • Pesisir pantai sepanjang 87 km
  2. Luas Kabupaten Karangasem
    • Merupakan 1 dari 9 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali
    • Luas Kabupaten Karangasem adalah 83.954 Ha/839,54 Km² (14,90% dariluas Pulau Bali : 5.632,86 km²)
  3. Wilayah administrasi
    • Secara administratif Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 wilayah kecamatan, 78desa/keluraha yang terdiri dari 75 desa definitif dan 3 kelurahan, 529 banjar dinas/dusun dan 52 lingkungan.
    • Secara adat Kabupaten Karangasem terdiri dari 188 desa adat dan 605 banjar adat.
  4. Kesesuaian lahan
    • Luas wilayah Kabupaten Karangasem : 83.954 ha
    • Luas lahan bukan sawah : 76.918 ha (91,62%)
    • Luas lahan persawahan : 7.086 ha (8,38%)
    • Kawasan hutan lindung : 14.056,32 ha
    • Kawasan berfungsi lindung di luar kawasan hutan: 34.409,11 ha
    • Kawasan pertanian tanaman pangan lahan basah : 7.162 ha
    • Perkebunan (di luar kawasan berfungsi lindung) :28.326,57 ha
    • Luas lahan kritis : 23.453 ha
  5. Jumlah Penduduk
    • Jumlah penduduk Kabupaten Karangasem pada pertengahan tahun 2010 berdasarkan hasil registerasi penduduk adalah 434.563 jiwa, terdiri dari 217.327 jiwa laki-laki dan 217.209 jiwa perempuan. Dengan jumlah rumah tangga 114.919. Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah Kecamatan Sidemen yaitu sebesar 972 jiwa per km dan kecamatan yang paling rendah kepadatannya adalah Kecamatan Kubu yaitu sebesar 308 jiwa per km.
    • Kepadatan penduduk untuk Kabupaten Karangasem adalah sebesar 518 jiwa per km.
Secara administratif Kabupaten Karangasem memiliki 3 (tiga) kelurahan yang ditetapkan berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota Amlapura yaitu :
  1. Kelurahan Karangasem
  2. Kelurahan Padangkerta
  3. Kelurahan Subagan
 
Berdasarkan jumlah penduduk yang mencapai ± 37.308 jiwa pada tahun 2010, Kota Amlapura dikategorikan sebagai kota kecil (SNI, 1994). Kota kecil diklasifikasikan sebagai kota dengan jumlah penduduk < 100.000 jiwa. Angka pertumbuhan penduduk rata-rata 0,88% per tahun. Luas wilayah Kota Amlapura mencapai 3.048 ha dan tingkat kepadatan penduduk netto mencapai 130 jiwa/ha.
Perkembangan dan pertumbuhan penduduk memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor kehidupan kota. Salah satunya adalah bertambahnya volume timbunan sampah yang dihasilkan oleh penduduk.
Langkah-langkah konkret dan strategis terkait pemenuhan kebutuhan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan diperlukan untuk mempertahankan lingkungan Bali sebagai salah satu tujuan wisata andalan. Pertambahan penduduk yang semakin meningkat dan membawa konsekuensi logis terhadap meningkatnya jumlah sampah serta menurunnya kemampuan pengelolaan sampah dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan telah menjadi salah satu penyumbang terjadinya pencemaran lingkungan.
Di lain pihak, adanya tuntutan akan pemukiman yang bersih dan sehat serta upaya dalam pemenuhan target MDGs mengakibatkan kebutuhan akan pelayanan persampahan tetap harus diperhatikan.Peningkatan pelayanan persampahan seringkali dilaku kan tanpa suatu kebijakan dan perencanaan sebagai acuan yang jelas sehingga menyulitkan para pelaksana dilapangan.
Penekanan yang diberikan dalam masalah persampahan ini terutama pada wilayah perkotaan. Pada wilayah perkotaan sampah yang dihasilkan sangat berbeda volume dan komposisinya dengan sampah yang dihasilkan pada wilayah perdesaan.
Wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk dan kepadatan yang tinggi dapatmenimbulkan suatu permasalahan di dalam pengelolaanpersampahan. Keterbatasan lahan perkotaan untuk tempat pembuangan sementara maupun pembuangan akhir menjadi permasalahan di wilayah perkotaan.
 
Berdasarkan konsep manajemen pengelolaan sampah perkotaan, secara umum persoalan yang muncul pada pengelolaan adalah :
  1. Aspek kelembagaan; bentuk kelembagaan yang masih perlu diberdayakan sesuai dengan besarnya kewenangan yang harus dikerjakan, sumber daya manusia sebagai salah satu unsur pengelola kurang memadai dari jumlah maupun kualifikasinya.
  2. Aspek teknis operasional; keterbatasan sarana dan prasarana pengumpulan,kontainer, pengangkutan (arm roll truck), pengolahan di tempat pembuangan akhir (buldozer, tracck dozer) serta terbatasnya tempat pembuangan akhir, serta penanganan akhir.
  3. Aspek pembiayaan; tidak seimbangnya antara besar nya biaya operasional pemeliharaan (OP) dengan besarnya penerimaan retribusi yang kurang memadai.
  4. Aspek pengaturan; kebijakan pengaturan pengelolaan yang masih perlu dioptimalkan secara aspek regulasi di daerah yang mampu memberikan motivasi kesadaran peran serta masyarakat untuk ikut serta secara utuh dalam pengelolaan baik menyangkut pembiayaan dan teknis operasional.
  5. Aspek peran serta masyarakat: kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara utuh dalam pengelolaan kurang memadai di sisi lain sampah adalah merupakan akibat dari masyarakat itu sendiri.
 
Permasalahan yang timbul dalam persampahan sebagai hasil aktivitas manusia adalah terhadap kesehatan masyarakat umumnya.
Pembuangan sampah secara sembarangan akan menyebabkan berkembang biaknya hewan-hewan pembawa penyakit seperti tikus, lalat, dan vektor penyakit lainnya yang dapat memicu wabah penyakit. Masalah ini menjadi lebih jelas sebagai bagian dari perwujudan kesehatan masyarakat dengan cara-cara didalam penyimpanan,pengumpulan, dan pembuangan sampah (Tchobanoglous,dkk. 1993).
Kejadian lain dalam sistem ekologi seperti air dan polusi udara juga telah mempengaruhi di dalam pengelolaan sampah. Salah satunya adalah cairan lindi yang dihasilkan dari tempat penampungan dan pembuangan yang telah mengkontaminasi air permukaan dan air tanah.
Berdasarkan uraian tersebut maka sampah perkotaan tidak hanya dapat menjadi suatu masalah besar jika tidak dilakukan secara menyeluruh baik dari segi perencanaan maupun pengelolaannya. Sisi lain sampah juga dapat memberikan suatu nilai yang tinggi bila mampu untuk memanfaatkan nilai ekonomi yang dimiliki oleh sampah.
Hal itulah yang melatar belakangi pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karangasem untuk tetap fokus pada pengembangan inovasi dalam pengolahan limbah padat maupaun limbah cair yang tertuju pada pengembangan salah satu sarana yaitu TPA ( Tempat Pemrosesan Akhir ) sehingga dalam sistemnya bisa berjalan dengan baik yang dalam rentang tahun kedepan kapasitas TPA di Linggasana Kabupaten Karangasem sudah melebihi kapasitas.
Dengan konsep yang sudah dijalankan oleh Kabupaten Karangasem selama ini dalam program Green and Clean, maka Kabupaten Karangasem sangat fokus untuk memerangi sampah plastik. Dalam banyak kegiatan yang telah berjalan maupun yang menjadi agenda tetap yang didukung oleh faktor kearifan lokal menjadikan Kabupaten Karangasem selalu berbenah dalam sektor menjaga lingkungan didasarkan pada pengembangan Echo City sehingga dampak dari problem dunia yaitu pemanasan global akan semakin teratasi dengan kesadaran penuh dari masyarakat Karangasem pada khususnya yang setidaknya akan berpengaruh pada dunia pada umumnya.
Program-program yang diusung dan telah terealisasi, seperti program Hari Kebersihan Dunia (Clean Up The World), sosialisasi tentang bencana lingkungan, maupun upaya menjadikan Kabupaten Karangasem sebagai tempat tujuan wisata yang nyaman, serta menjadi pilihan lokasi studi banding maupun penghargaan yang telah diperoleh dalam tingkat nasional dalam program kebersihan dan penghijauan semakin memotivasi dan memacu peningkatan kinerja dan upaya menyeluruh terhadap langkah menuju kondisi yang lebih baik lagi dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan perkotaan.
Maksud dalam program ini adalah menjadikan TPA dalam bentuk Tempat Pemrosesan Akhir, bukan Tempat Pembuangan Akhir dan sebagai tempat yang menyajikan konsep wisata dan dibarengi dengan pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan.
 
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah :
  1. Menyediakan tempat pemrosesan akhir yang inovatif
  2. Untuk mengantisipasi volume sampah yang ditimbulkan di Kabupaten Karangasem
  3. Sebagai acuan dalam pengelolaan persampahan yang sehat dan memenuhi kaidah kebijakan nasional dalam pengelolaan persampahan
 
Profil TPA Linggasana, Karangasem, Bali
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Linggasana terletak di Banjar Dinas Linggasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, dengan jarak ±10 km dari pusat kota. Beroperasi sejak tahun 2000 dengan luas sekitar 2,1955 hektar. Penanganan pembuangan akhir
sampah di Kabupaten Karangasem sudah menggunakan sistem sanitary landfill. Kondisi TPA saat ini sudah dalam keadaan over load
sehingga perlu diadakan perluasan.
 
Permasalahan yang masih sering dihadapi secara teknis adalah :
  1. Program zona aktif pada sel karena sel tersebut belum maksimal
  2. Belum memiliki jembatan timbang yang digunakan untuk mengukur volume sampah
  3. Belum memiliki sumur pantau karena terletak diperbukitan
  4. Lokasi TPA yang masih kurang atau over kapasitas
Permasalahan secara non teknis adalah :
  1. Anggaran pemeliharaan TPA belum maksimal
  2. Sumber Daya Manusia
Adapun informasi yang berkaitan dengan volume sampah yang terangkut ke TPA adalah dalam satu hari adalah sebanyak 120 m³, terdiri dari :
  1. Sampah basah 70% ( dijadikan kompos 40% )
  2. Kertas 5%
  3. Plastik 22,6%
  4. Kayu 1%
  5. Logam 0,3%
  6. Kaca / gelas 0,1%
  7. Karet / kulit 0,2%
  8. Kain 0,3%
  9. Lain-lain 0,5%
 
Selain tempat pengomposan, di TPA Linggasana juga di lengkapi dengan fasilitas antara lain :
  1. Kantor administrasi TPA dengan luas 42 m
  2. Gudang cuci mobil dengan luas 42 m
  3. Gudang alat berat sebanyak 2 unit dengan luas masing-masing 50 m
  4. Kamar mandi/wc dengan luas 2 m
  5. Tempat pengomposan I dengan luas 100 m
  6. Tempat pengomposan II dengan luas 120 m
  7. Tempat ibadah berupa padmasana.
Sedangkan untuk sumber air yang digunakan untuk operasional kegiatan di TPA menggunkan air bersih dari PDAM sebanyak 4 m per hari yang diambil dari kota.untuk penerangan dan operasional komposting menggunakan listrik dari PLN dengan kapasitas sebesar 42 ribu watt.
 
Sarana yang tersedia untuk mendukung proses pembuangan akhir antara lain:
  1. Bull dozer : 1 buah
  2. Wheel loader : 1 buah
Data-data yang menyangkut TPA Linggasana diuraikan sebagai berikut :
 
Data Detail TPA
  1. Nama TPA : Linggasana
  2. Lokasi TPA : Desa Buana Giri, Kec. BebandemKabupaten Karangasem
  3. TPA dibuka tahun : 2000
  4. Rencana TPA ditutup : 2020
  5. Sekarang ini tahun : 2009
  6. Jarak dari pusat kota : 10 km
  7. Struktur geografis TPA : Bukit
  8. Jenis TPA : Sanitary landfill
  9. Kapasitas sesuai rancangan : 175.000 m3
  10. Jumlah sampah kota sekarang : 150 m3
  11. Total area TPA : 2,1955 ha :1955 ha
  12. Total area yang tertutup sampai : 0,07 ha
  13. Jumlah sel di TPA : 2
  14. Area dari tiap sel : 0,02 ha dan 0,05 ha
  15. Jumlah sel yang sudah ditutup : 2
  16. Sel tertutup yang tertimbun tanah : 700 m2
  17. Volume dari sel yang tertutup : 175.000 m3
  18. Tinggi sel dari permukaan tanah : 8 m
 
Terkait dengan program tersebut di atas perlu juga disampaikan beberapa prestasi yang telah diperoleh Kabupaten Karangasem, baik di tingkat nasional maupun daerah yang berkaitan dengan kebersihan maupun penyelamatan lingkungan yang sangat terkait dalam mengubah pola pikir masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Karangasem “Bersih dan Hijau"
 
PENUTUP
Program pengembangan dan pengelolaan persampahan diKabupaten Karangasem semakin gencar dijalankan seiring komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam menangani masalah persampahan demi terwujudnya Bali Clean and Grean.
Semoga semakin terbuka semangat untuk menjaga Kabupaten Karangasem sebagai daerah yang bersih, hijau, dan nyaman guna menunjang Kabupaten Karangasem sebagai daerah tujuan wisata di Pulau Bali. Besar harapan kami agar dokumen ini dapat dimanfaatkan dan berguna bagi semua pihak.


140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Edy

2017-04-12 14:08:37

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Selengkapnya...

Komang Wijanegara SE.MM

2017-04-11 10:26:56

Mohon perhatian dan bantuan Pemda Karangasem

Selengkapnya...

I Komang Yogantara

2017-03-31 14:10:39

Perbaikan jalan

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 1954497

Pengunjung Online: 7