Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5 Slideshow Image 6 Slideshow Image 7 Slideshow Image 8
  • Khusus untuk pengaduan terhadap layanan perizinan di Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu, silakan hubungi nomor telepon 0363-2703133    -    
  • Sampaikan komunikasi Anda melalui layanan komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem via alamat email, keterangan lengkap silakan klik menu 'pengumuman'    -    
  • Sampaikan komunikasi Anda melalui layanan komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui sms, dengan cara: ketik INFO kirim ke nomor 0812 36 46 5000, berlaku tarif biasa. Keterangan menu layanan komunikasi selengkapnya, silakan klik menu 'pengumuman'    -    
  • Sampaikan komunikasi Anda melalui layanan komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui sms, dengan cara: ketik INFO kirim ke nomor 0812 36 46 5000, berlaku tarif biasa. Keterangan menu layanan komunikasi selengkapnya, silakan klik menu 'pengumuman'    -    
  • Sampaikan komunikasi Anda melalui layanan komunikasi resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui sms, dengan cara: ketik INFO kirim ke nomor 0812 36 46 5000, berlaku tarif biasa. Keterangan menu layanan komunikasi selengkapnya, silakan klik menu 'pengumuman'    -    
» Profil
» Pemerintahan
» Peraturan Perundangan
» Informasi Perijinan
» Pariwisata
» Potensi Investasi
» Fasilitas Umum
» Informasi Lainya



Direktori



Harga Komoditi





Link Daerah











KEMENTRIAN PDT GELAR RAKOR KEOLAHRAGAN DI KARANGASEM (MENDORONG SDM DARI BIDANG OLAHRAGA)
Selasa, 27 July 2010 8:0:0 Wita, oleh Komang Pasek Antara/Diskominfo Kab. Karangasem
 

Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) melalui Asisten Deputy Urusan Pembinaan Lembaga Pemuda dan Olahraga Bidang Pembinaan Sosial dan Budaya  menyelenggarakan Rakor dan Fasilitasi Peningkatan Lembaga Olahraga Prestasi dan Olahraga Masyarajat melalui Pelaksanaan Bimbingan Teknis dalam rangka Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat di Daerah tertinggal.

 

Menurut Ketua Panitia Drs. Leonard  M. Simanjuntak, Latar belakang diselenggarakannya Rakor dalam rangka implementasi sistem keolahragaan nasional sesuai UU No. 3 tahun 2005 yang meliputi  tiga domain  yaitu olahraga pendidikan, olahraga kreasi/masyarakat dan olahraga prestasi perlu dibina  lebih proporsional. Olahraga untuk semua (sport of all) telah dicanangkan melalui Panji Olahraga tahun 1980-an dengan motto mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan, kualitas hidup, produktifitas kerja sehingga olahraga memberi dorongan pada masyarakat di daerah tertinggal. Pembangunan olahraga sebagai bagaian integral pembangunan nasional selain untuk kebutuhan masyarakat juga melakukan perubahan sosial, ekonomi dan budaya menuju perubahan yang lebih baik. Untuk itu pembangunan keolahragaan melibatkan lintas sektor, lintas disiplin ilmu serta  penyediaan infrastruktur memadai. Tantangan saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, menuntut keterlibatan semua pihak untuk membangun SDM khususnya di daerah tertinggal. Sementara sasarannya adalah mencapai optimalisasi peran dan fungsi lembaga keolahragaan masyarakat/kreasi dan prestasi dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor. Manfaat yang diharapkan dari penyelenggaraan Rakor tersebut yaitu terbentuknya dan terlatihnya kelembagaan olahraga sejumlah 40 orang untuk mencapai optimalisasi peran dan fungsi lembaga olahraga masyarakat rekreasi dan prestasi, dilaksanakan melalui bimbingan teknis dilaksanakan melalui bimbingan teknis. Peserta terdiri dari KPDT, Instansi terkait di daerah dan lembaga olahraga di Kabupaten Karangasem sejumlah 40 orang.

 

Deputy IV Bidang Pembinaan Lembaga Sosial dan Budaya Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Drs. Kana Tjandra Buchari, M.Si mengatakan, kegiatan rakor penting dilaksanakan mengingat belum berfungsinya lembaga-lembaga yang ada dengan optimal, baik pemerintah maupun lembaga sosial yang tumbuh di masyarakat termasuk lembaga keolahragaan. Dalam sistim keolahragaan nasional sesuai dengan UU No. 3 tahun 2005 adalah keseluruhan aspek keolahragaan yang saling terkait secara terencana, sistematis, terpadu dan berkelanjutan adalah sebagai satu kesatuan yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pembinaan, pengembangan dan pengawasan untuk mencapai tujuan keolahragaan nasional. Tujuan keolahragaan itu untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran, prestasi, kualias manusia, menanamkan nilai moral dan ahlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persstuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional serta mengangkat martadab, dan kehormatan bangsa pada forum-forum internasional.

 

Mengingat pentingnya nilai keolahragaan termasuk meningkatkan kesejahteraan individu, kelompok, masyarakat dan bangsa, maka dalam rangka mencapai tujuan keolahragaan nasional tsb. pembangunan olahraga perlu dilaksanakan secara sistematik, terpadu dan berjenjang dan berkelanjutan tentunya dengan dukungan lembaga keolahragaan yang optimal. Secara umum permasalahan pembangunan keolahragaan dapat diklasifikasikan dalam 4 katagori yaitu kurang efektif dan efisiennya sistim menejemen keolahragaan, rendahnya akses dan partisipasi masyarakat, rendahnya mutu pembinaan dan pengembangan keolahragaan dan rendahnya peran dan fungsi lembaga keolahragaan. Dikatakan, indikator indek pembangunan masnusia (IPM) di Indonesia yaitu kesehatan, pendidikan dan perekonomian, guna mencapai kesehatan yang prima perlu melakukan aktifitas dengan mementingkan kegiatan berolahraga yang akan memberi pengaruh pada tingkat produktifitas. Pembinaan keolahragaan merupakan tanggung jawab pemerintah, swasta dan masyarakat baik dibidang peningkatan  kesehatan dan kebugaran jasmani, prestasi olahraga serta penyediaan sarana prasarana olahraga yang memiliki standart tehnis memadai, maka di daerah tertinggal pembangunan olahraga harus diselaraskan dengan pembangunan sektor lainnya.

 

Bupati Karangasem Karangasem dalam sambutan tertulis dibacakan Kabid Penanaman Modal  Bappeda I Nengah  Sutama, SE, MM, mengatakan, pengembangan bidang keolahragaan sangat penting artinya dalam mendorong tumbuhnya sumber daya manusia yang sehat sebagai potensi pembangunan yang handal. Melalui olahraga dapat  ditumbuhkan dan ditingkatkan  kebugaran, prestasi, kualitas manusia, ditanamkannya  nilai moral dan ahlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina pesatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh  ketahanan nasional serta mengangkat martabat dan kehormatan bangsa dalam event-event olahraga. Untuk itu pembangunan bidang keolahragaan  perlu dilaksanakan secara sistematik, terpadu,  berjenjang dan berkelanjutan  dengan dukungan lembaga  keolahragaan yang handal dan profesional.

 

Kadis Pendidikan Karangasem  Drs. I Wayan Dharma, M.Si  dalam ceramahnya mengatakan, dalam rangka mendorong pengembangan bidang keolahragaan di Kabupaten Karangasem  dalam tiga tahun terakhir telah dialokasikan anggaran melalui APBD II sebesar Rp.     2.043.317.000. Sementara dibidang sarana pisik penunjang keolahragaan Karangasem memiliki wahana GOR, 2 buah Lapangan Sepak Bola, Lapangan Basket, Tenis dan Voly, Kolam Renang, Gedung Kesenian, Padepokan Silat di Kecamatan  Manggis sekaligus menunjang berbagai even seperti Porsenijar, Porkab yang diselenggarakan rutin setiap tahun, untuk mencetak atlit berprestasi yang selanjutnya dibina untuk berkompetisi pada jenjang selanjutnya. Induk organisasi olahraga yang ada di Kabupaten Karangasem dari 21 pengurus cabang baru 10 pengcab yang aktif seperti Atletik, Ipsi, Perbasi, PBVSI, PBSI, Percasi, Porki,  Pelti, Tenis Mejadan Pertina. Sisanya 11 cabang olahraga lagi seperti Balap Motor, Kempo, Perbakin, Sepak Takraw, Renang, Balap Sepeda, Persaka, Senam, tarung Drajat, Bridge dan Pabsi belum aktif.

 

Dari indikator prestasi perkembangan olahraga di Kabupaten Karangasem yang diukur dari prestasi yang dicapai dalam Porsenijar Propinsi Bali,  Karangasem masih ada di peringkat bawah yakni tahun 2008 peringkat 8  sedangkan tahun 2009 dan 2010 menempati peringkat 9, sementara diajang Porda Bali 2007 Karangasem juga rangking 9 dengan perolehan 4 emas, 11 perak dan 25 perunggu, sementara pada Porprop 2009 juga masih dirangking 9 dengan meraih 4 emas, 14 perak dan 27 perunggu. Dari kondisi tersebut nampaknya keberadaan atlit olahraga Karangasem masih bersifat tradisional memanfaatkan fasilitas seadaanya, kompetisi masih sangat terbatas dan pembentukan club olahraga juga terbatas. Sedangkan hambatannya Karangasem belum memiliki lintasan atletik, kolam renang belum berfungsi optimal, belum adanya hall bulu tangkis, dan belum adanya fasilitas panjat tebing. Namun yang lebih mendasar menghambat terdorongnya  olahraga di Karangasem seperti rendahnya  penghargaam terhadap atlit, pelatih belum maksimal,  rendahnya tingkat kompetisi, budaya masyarakat masih menyepelekan olahraga dan menejemen belum berjalan maksimal.


 
( I Wayan Geredeg, SH )
 
( I Made Sukerana, SH )

Webmail

username
password
Agenda
-
MgSnSlRbKmJmSb
   01020304
05060708091011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Polling

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website pemkab karangasem yang baru?
 
Bagus

 
Biasa saja

 
Jelek

  

Kritik   Saran
ayu
2010-08-24 09:55:04
hospot

Wisnu Purnomo Djati
2010-08-03 01:41:59
perdes dan perda tempat umum/wisata/rohani

ribeth
2010-07-29 04:32:45
potensi alam untuk olahraga Dirgantara (paralayang/gantole)

edo
2010-06-19 09:49:35
perang pandan

kojing technolog
2010-06-05 10:02:47
pendidikan

adit
2010-03-27 07:14:51
Ditemukan STNK dan SIM

yogananda
2010-03-08 04:22:53
LPJ

Link Pusat