| » Profil |
| » Pemerintahan |
| » Peraturan Perundangan |
| » Informasi Perijinan |
| » Pariwisata |
| » Potensi Investasi |
| » Fasilitas Umum |
| » Informasi Lainya |








|
PEMKAB SIKAPI USUL PERBAIKAN SUBAK BRONJONG TALIBENG
Kamis, 12 November 2009 8:0:0 Wita, oleh Humas Karangasem
|
|
|
|
(Humas) - Jebolnya Dam Bronjong Tukad Yeh Unda di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Karangasem hingga kini masih dalam proses untuk ditindaklanjuti Pemkab Karangasem melalui SKPD terkait, sesuai laporan Camat dan permohonan subak setempat. Camat Sidemen I Gusti Lanang Tusta, BA. (10-11-09) mengaku sudah menindaklajuti adanya bencana yang menyebabkan jebolnya Dam tersebut dengan menyampaikan laporan kepada instansi teknis agar memperoleh penanganan mendesak. Bencana hujan lebat yang terjadi 11 Oktober 2009 lalu menghanyutkan Dam yang memiliki ketinggian dari permukaan air sekitar 2 meter, panjang 30 meter, pinggir tepi barat 50 meter hanyut ditengah sungai sekitar 15 meter, sehingga mengancam sawah di 4 Subak mengalami kekeringan pasokan air. Langkah sementara memang dilakukan upaya manual dari karma subak dalam mengairi sawah, namun hal tersebut tidak efektif sehingga diperlukan upaya turun tangan dari Pemkab Karangasem bersama jajaran teknis terkait agar dapat membantu pembangunan kembali Dam yang baru berumur 2 tahun jalan yang dibangun dari skema pendanaan propinsi. Bahkan sebagai bentuk kekawatiran antusiasme warga pada 4 subak yang terkena dampak masing-masing Subak Tohjiwa, Subak Pempatan, Subak Lebu dan Subak Limaaya, kembali mengajukan usulan kepada Bupati Karangasem melalui Kepala Badan Kesbang Linmas ditandatangani keempat Kelian Subak dan diketahui ketiga Perbekel masing-masing Perbekel Kerta Buana, Perbekel, Lokasari serta Perbekel Talibeng, meminta agar Pemkab dapat membantu menanggulangi kerusakan Dam akibat bencana alam tersebut sehigga bisa kembali menormalisasi suplay air untuk mengairi sawah pada 4 subak dimaksud. Kadis PU Ir. I Wayan Arnawa menyatakan siap membantu pembangunan kembali prasarana ekonomi yang rusak akibat bencana, hanya kepastian dan pernyataan bencanan oleh Bupati yang ditindaklanjuti oleh tim Satlak PBA ke lapangan, maka jika memerlukan peran Dinas PU di bidang design dan pekerjaa pisik pihaknya siap menunggu. Dam yang dibangun dengan semi permanen itu jika harus dibangun kembali memerlukan biaya tidak sedikit. Untuk itu nantinya tergantung arahan pimpinan dalam hal ini Bupati kemana sumber pedanaan akan diarahkan. Sementara Kepala Badan Kesbangpol Linmas Drs. I Nengah Suartika mengatakan, surat pengajuan usulan bantuan sudah ditanggapi dengan meminnta pihak Subak langsung mengajukan permohonan kepada Bupati, sehingga lebih cepat memperoleh respon. Menurutnya, dari pengamatan sementara bahwa kerusakan Dam Bronjong memang diasumsikan akibat bencana alam. Namun disayangkan pengajuan dari Subak relatif lama sehingga penanganannya tidak secepat dampak bencana yang dilaporkkan langsung saat itu tanpa mengulur waktu lagi. Ia mengharap agar masyarakat jika ditimpa bencana segera melaporkan kepada pemerintah saat hari pertama terjadi bencana. Disamping itu, karena korban bersifat fisik tentunya diperlukan pencermatan untuk menentukan bagaimana bentuk, design dan pendanaannya sehingga tepat sasaran. Ia mengharap agar krama subak bersabar sembari menunggu respon Bupati Karangasem dalam mengarahkan pembiayannya. |
|
|
( I Wayan Geredeg, SH )
|
|
|
( I Made Sukerana, SH )
|
| Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb |
| 01 | 02 | 03 | 04 | |||
| 05 | 06 | 07 | 08 | 09 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||
Bagus | |||
Biasa saja | |||
Jelek | |||



