Baca Artikel

PENGHARGAAN JASA SEORANG PAHLAWAN DAN BUDAYA BALI DALAM BENTUK MATA UANG BARU YANG DITERBITKAN PEMERINTAH

Oleh : | 19 Januari 2017 | Dibaca : 125 Pengunjung

Oleh : IGN.Suwetha *)

1.      Pendahuluan.

Mengakhiri tahun 2016 ini, kita sebagai warga Negara Indonesia, patut bersyukur, hampir dua dasawarsa reformasi sudah berjalan dan kita  masing-masing sudah menunaikan tugas sesuai dengan dharma bakti kita kepada bangsa, Negara dan tanah air tercinta, berpartisipasi melaksanakan pembangunan, guna tercapainya cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD.1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,  mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. Walaupun dalam perjalanan itu  banyak kerikil-kerikil tajam yang menghalangi perjalanan reformasi ini, antara lain masih banyaknya kasus-kasus kriminal, seperti : teror bom, begal, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, penistaan terhadap agama tertentu, dan tidak ketinggalan kasus korupsi. Di satu sisi mari kita syukuri bersama NKRI.masih tetap berdiri tegak. Dan itulah komitmen bangsa, yang diperjuangkan oleh para pendiri NKRI ini, yang oleh Negara dihormati dan dihargai sebagai Pahlawan kusuma bangsa.

            Dalam penghargaan kepada para pahlawan nasional tentu banyak hal yang dapat dilakukan, salah satu diantaranya dengan mencantumkan para pahlawan pada beberapa pecahan mata uang baru, yang baru diterbitkan oleh pemerintah pada akhir tahun. Tentu kita sebagai generasi penerus sangat mengapresiasi kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah. Lebih-lebih warga masyarakat Bali, tentu kita mendapat “Hangayu Bagia”, oleh karena disamping telah diangkatnya pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ketut Pudja, serta ditonjolkannya tari legong dan bunga jepun Bali, sebenarnya merupakan perwakilan budaya Bali, yang mencerminkan integritas dan sumbangsih warga Bali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI.

2.      Mengenang Jasa Para Pahlawan dan Tantangan Bagi Bali ke depan.

Para cerdik pandai menyebutkan “Bangsa Yang Besar, Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa-Jasa Para Pahlawannya”.  Penghargaan dan penghormatan kepada mereka yang telah berjasa adalah merupakan suatu kewajaran dan keharusan bagi Negara oleh karena tanpa kehadiran mereka, niscaya NKRI.tidak akan ada. NKRI, adalah Negara yang besar, kaya akan sumber daya alam yang ada di dalamnya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi Negara-negara lain.

Bentuk penghargaan terhadap jasa seorang Pahlawan dilakukan dengan berbagai cara antara lain ; dengan mengabadikan nama beliau dalam bentuk fisik, seperti dicantumkan dalam bentuk mata uang yang diberikan oleh Negara, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan menerbitkan 11(sebelas) pecahan mata uang baru, mulai dari pecahan 100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000, 500, 200 dan 100 rupiah. Walaupun ada beberapa gelintir oknum yang mungkin kurang setuju dengan pencantuman nama-nama pahlawan yang dimunculkan pada mata uang baru itu, namun secara umum rakyat Indonesia menyambut dan menaruh apresiasi yang sangat baik kepada Pemerintah terbukti, begitu  diumumkan banyak antrean di Bank-Bank Pemerintah berkeinginan untuk segera mendapatkan jenis mata uang baru itu.

Lebih-lebih kita sebagai warga Bali, sangat-sangat menaruh apresiasi kepada Pemerintah yang telah mencantumkan Mr. I Gusti Ketut Pudja, seorang pahlawan nasional asal Bali ikut dicantumkan dalam mata uang pecahan 1.000 rupiah (logam). Dan bukan itu saja, termasuk “tari legong” asal Bali dan “sekar Jepun Bali” ikut menghiasi salah jenis pecahan mata uang yang baru diterbitkan, pada pecahan 50.000. Ini berarti budaya Bali ikut menghiasi dan memberikan aroma keindahan,serta merupakan  sumbangsih kepada Negara Republik Indonesia yang kita cintai.

Maka berkenaan dengan hal itu kita sebagai warga Bali, hendaknya merasa “Hangayu Bagia”  terhadap kedua hal yang berasal dari Bali, yaitu Pahlawan nasional dan satu lagi berupabudaya Bali itu sendiri yang tak ternilai harganya. Semoga dalam moment-moment lain ada lagi menyusul, mengingat Bali sangat dikenal bukan saja di kancah nasional, bahkan di tingkat Internasional.Sumber daya alam Bali dan sumber daya manusianya sangat potensial dan hebat untuk bersaing dengan daerah-daerah lain.

Namun dibalik keberhasilan itu, masih banyak PR yang harus diselesaikan dan dihadapi oleh Bali, antara lain kebersihan, kemacetan, factor keamanan, faktor keramahtamahan,  transportasi yang semraut, perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebagai daerah tujuan wisata, hendaknya Bali mulai memperiotaskan hal-hal itu tadi. Pintu masuk Bali lewat darat nampaknya belum mencerminkan estetika dan kebersihan. Lihat saja pelabuhan penyeberangan Padangbai, masih perlu diperhatikan tingkat kebersihan dan keasriannya, agar tidak kumuh, jorok. Padahal turis sering mondar-mandir di kawasan itu, baik untuk beraktifitas di kawasan Padangbai, juga sebagai kawasan penyeberangan untuk menuju Sengigi yang ada di Lombok. Itulah beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab jika tidak mampu menyelesaikan PR itu tadi, niscaya Bali akan ditinggalkan oleh turis, terutama turis manca Negara.

Pemerintah pusat (Kementerian Pariwisata), dalam pemerintahan Jokowi-JK ini telah membangun 10 destinasi Pariwisata di luar Bali yang dikenal dengan nama “10 Bali Baru”, yang artinya akan dibuat 10 destinasi pariwisata di luar Bali untuk bisa bersaing dengan Bali di dalam menarik kunjungan  pariwisata. Ini juga merupakan tantangan baru bagi Bali. Untuk itu Bali hendaknya tetap berpegang pada adat dan budaya yang adi luhung ini dalam membangun kepariwisataan, akan tetapi  perlu ada terobosan baru untuk menarik kunjungan pariwisata itu, misalnya melalui “sport tourism” yang bertaraf internasional, dan sebagainya masih banyak yang bisa dikembangkan terutama bertaraf internasional.

3.      Kesimpulan

Pada bagian akhir tulisan ini, penulis pada akhirnya dapat menarik suatu kesimpulan, sebagai berikut. :

(1). Pemerintah pada akhir tahun telah memberikan penghargaan terhadap beberapa    pahlawan nasional, yang dicantumkan di pecahan mata uang yang baru diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan itu merupakan apresiasi pemerintah terhadap mereka yang telah berjasa kepada bangsa dan Negara ;

(2). Warga Bali, di samping merasa bangga terhadap penghargaan kepada para pahlawan nasional yang lahir di Bali dan beberapa unsur budaya Bali, ikut menghiasi keberagaman NKRI, namun Bali masih banyak menghadapi tantangan, yang segera harus disikapi.

(3). Tantangan yang dihadapi Bali sekarang adalah untuk menumbuhkan daya saing untuk bisa tetap eksis di sector kepariwisataan.

 “Astungkara”

“Om kertowiyantu iswatah”( semoga fikiran yang baik datang dari segala penjuru.

Praya, Medio Januari 2017.

*). Penulis, adalah Staf Pengajar pada IPDN.

Kampus NTB.

           

                        



Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Utari

2017-03-13 10:18:28

DINAS PARIWISATA KARANGASEM

Selengkapnya...

ibu Dani

2017-03-11 13:15:59

Masalah air PDAM di desa Padangbai

Selengkapnya...

Erni

2017-03-07 10:44:36

Info lowongan pekerjaan

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 1846198

Pengunjung Online: 1