| » Profil |
| » Pemerintahan |
| » Peraturan Perundangan |
| » Informasi Perijinan |
| » Pariwisata |
| » Potensi Investasi |
| » Fasilitas Umum |
| » Informasi Lainya |








|
PARIWISATA, SENI- BUDAYA DAN ADAT
Selasa, 6 July 2010 11:35:46 Wita, oleh I Wayan Arthawa
Alamat : |
|
|
Manusia Bali, budaya Bali dan pariwisata adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan – atau lebih tepatnya, jangan sampai dipisahkan karena payuk jakan bisa buung makedus. Namun tentu saja ini bagi orang yang menikmati buah dari pohon besar pariwisata Bali. Dapat dipahami pemikiran orang-orang Bali yang memetik buah pariwisata sehingga mereka memberi sokongan maksimal terhadap pohon kehidupannya itu. Mereka adalah orang-orang yang merasa telah dihidupi oleh pariwisata, baik secara ekonomi, politik, sosial maupun budaya. Bukan cuma sebentuk kehidupan yang layak, namun mereka telah mendapat prestise, gengsi dan gaya hidup yang lebih. Bali punya magnet yang kuat untuk menarik pariwisata karena seni budaya dan adat. Begitu juga khususnya Kabupaten Karangasem yang merupakan bagian dari magnet yang kuat itu untuk menarik pariwisata Pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat dari tahun ke tahun turut serta membangkitkan dan merevitalisasi kesenian tradisional tersebut dan sekarang ini sering kali dipertunjukan di hadapan para wisatawan sebagai atraksi wisata yang bercirikan kedaerahan yang dipentaskan langsung oleh masyarakat asli. Masyarakat merupakan sekelompok orang yang berada di suatu wilayah geografi yang sama dan memanfaatkan sumber daya alam lokal yang ada di sekitarnya Kita sebagai masyarakat yang memiliki budaya dan alam serta sumber daya alam selalu mendapat perhatian wisatawan asing malah kita sering lengah karena merasa tersanjug dimana pariwisata memanfaatkan juga seni dan budaya yang memberikan kontribusi nafkah secara ekonomi lebih besar sehingga memberikan gaya hidup yang lebih dibandingkan dengan sebelumnya. Selanjutnya kita sebagai masyarakat Bali ikut melestarikan, menjaga dan mengembangkan kepada generasi selanjutnya supaya tidak terkikis . Untuk itu kita mesti selalu terjaga dari keterlenaan kita dari buaian kemafanan ekonomi yang dihasilkan dari jasa pariwisata. |
|
|
( I Wayan Geredeg, SH )
|
|
|
( I Made Sukerana, SH )
|
| Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb |
| 01 | 02 | 03 | 04 | |||
| 05 | 06 | 07 | 08 | 09 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||
Bagus | |||
Biasa saja | |||
Jelek | |||



