| » Profil |
| » Pemerintahan |
| » Peraturan Perundangan |
| » Informasi Perijinan |
| » Pariwisata |
| » Potensi Investasi |
| » Fasilitas Umum |
| » Informasi Lainya |








|
WANITA DALAM ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Rabu, 1 July 2009 8:50:42 Wita, oleh Permana Wahyuni, A. Par.
Alamat : Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Karangasem |
|
|
|
Kebangkitan teknologi informasi dan komunikasi Peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional yang juga menjadi momentum bagi kebangkitan teknologi informasi Wanita dan TIK Isu pengarusutamaan gender menjadi timpang ketika peran wanita terlampau kecil jika dibandingkan dengan kaum pria terhadap akses dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Padahal, wanita memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan terlebih peran dalam keluarganya. Seiring dengan era globalisasi, dimana arus informasi demikian kencang dengan akses internet yang terbuka, maka seiring itu pula seyogyanya peran wanita diberdayakan sehingga mampu meningkatkan kualitas diri dan kehidupannya menjadi sejajar dengan kaum pria. Bagaimana tidak, peran wanita sebagai masyarakat, istri, dan ibu merupakan potensi yang dapat memberikan kontribusi serta dukungan secara sosial maupun personal. Sebagai masyarakat, peran wanita dituntut untuk mampu memberikan nilai tambah pada lingkungan sosialnya, mampu menciptakan kondisi yang memiliki dampak lebih luas melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sehingga dirinya layak untuk disejajarkan dengan kaum pria dari sisi kemampuannya. Sebagai istri, peran wanita menjadi penting sebagai partner dan teamwork bagi suami dalam menjaga kelangsungan kehidupan keluarga. Wanita dapat saja turut bekerja dalam mencari nafkah bagi keluarganya, maka kondisi seperti itu menuntut wanita untuk kreatif dan inovatif sehingga dirinya memiliki kemampuan dalam memperbaiki serta meningkatkan taraf hidup keluarga. Sebagai ibu, peran wanita menjadi dominan sebagai panutan dan pendamping bagi putra-putrinya, mengingat kedekatan yang intens dilakukan oleh ibu kepada anak-anaknya. Hal ini menjadikan peran ibu memiliki kontribusi yang besar dalam mengarahkan, membimbing, serta memberi pengawasan dalam tumbuh kembang anak-anaknya dari sejak lahir hingga usia tertentu. Memberdayakan wanita dengan TIK Semua kiprah wanita dalam ketiga peran di atas akan memberi hasil berbeda ketika peran teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam menyerap berbagai ilmu, pengetahuan, dan informasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini, internet sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi sumber inspirasi atas berbagai kebutuhan akses akan informasi tersebut. Bagaimana mungkin wanita berperan dalam kehidupan sosialnya sebagai figur dan sosok pemimpin yang dinilai memiliki kemampuan oleh masyarakat atau lembaga yang dipimpinnya, jika dirinya sendiri tidak memiliki akses dalam memperoleh informasi secara tepat dan memadai(?). Dan bagaimana juga wanita berperan dalam kehidupan keluarganya sebagai istri dan ibu, jika dirinya tidak dapat memberikan penjelasan atas pertanyaan anak-anaknya. Bahkan merupakan hal penting untuk memberikan pengawasan terhadap putra-putri saat mengakses internet karena selain berdampak positif, internet juga bisa memberi dampak negatif jika dipergunakan untuk mengakses hal-hal yang tidak bermanfaat. Permasalahannya adalah bagaimana memaksimalkan peran TIK dalam upaya memberdayakan peran wanita tersebut? Fakta menunjukkan bahwa wanita masih tertinggal dari pria baik dari sisi pendidikan, ekonomi, pemerintahan, hingga pengembangan diri termasuk dalam mengembangkan jaringan potensi yang dimilikinya. Di samping itu, kaum wanita kurang terampil dalam bidang-bidang strategis yang menggunakan pendekatan berbasis elektronik, sehingga hal ini dapat menggambarkan kurangnya populasi wanita yang memahami teknologi informasi dan komunikasi. Ini diperkuat dengan data dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menunjukkan bahwa hanya 24,14% kaum perempuan yang memanfaatkan teknologi internet pada tahun 2002. Sejatinya, wanita tidak boleh ketinggalan dengan kaum pria dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Apalagi WSIS – (World Summit in the Information Society) yang merupakan forum teknologi informasi dan komunikasi dunia di bawah PBB-ITU (International Telecommunication Union) sepakat untuk mencanangkan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia mempunya akses dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun 2015. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan/wanita dalam pengembangan kemampuan terhadap pemanfaatan TIK bukan saja agar terjadi keseimbangan yang proporsional antara pria dan wanita dalam pemanfaatan teknologi informasi, bahkan lebih dari itu karena wanita memiliki peranan penting secara sosial dalam kehidupan masyarakat maupun secara personal dalam kehidupan keluarga sehingga hal ini dapat mendorong penggunaan TIK ke arah pemanfaatannya secara benar, tepat, dan efektif. (nn).
|
|
|
( I Wayan Geredeg )
|
|
|
( Drs. I Gusti Lanang Rai )
|
| Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb |
| 01 | 02 | 03 | 04 | 05 | 06 | |
| 07 | 08 | 09 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
Bagus | |||
Biasa saja | |||
Jelek | |||



